Background image of Desa Seppang

SEJARAH

DESA SEPPANG

Temukan informasi sejarah Desa Seppang beserta perkembangan.

Back to Home

SEJARAH DESA SEPPANG

Desa Seppang merupakan sebuah Desa yang menyimpan sejuta cerita klasik dan sejarah panjang dalam proses pembentukannya. Berawal dari sebuah wilayah pemukiman yang dikenal sebagai wilayah "Sappa" dan terletak di sebelah utara Sungai Kuboddong. Nama "Sappa" memiliki arti cari yang diambil dari kalimat "Sappa'ki Passikajang na Bone, Sappa' tokki Bone na Kajang" (Carilah Kajangnya Bone, juga carilah Bonenya Kajang). Penafsiran kalimat itu merupakan sebuah peristiwa dimulai dari zaman kejayaan Kerajaan Arung Palakka di Bone. Salah-satu kerabat dekat Raja Bone diasingkan ke daerah Kabupaten Bulukumba yang pada masa itu masih dikenal dengan tanah Kajang. Setelah beberapa tahun kemudian, turunnlah perintah raja untuk mencari kembali kerabat tersebut dengan menggunakan kalimat diatas “Sappa'ki Passikajang na Bone" yang dipahami maksudnya adalah: "Carilah orang Bone yang ada ditanah Kajang".

Setelah perintah dilaksanakan, akhirnya kerabat "Arung" (raja) tersebut ditemukan di sebuah wilayah yang kemudian dikenal dengan Kampung Sappa. Pada masa penjajahan kolonial datanglah para tentara Belanda dan bertanya nama daerah tersebut, namun karena terdapat kesalahan pelafalan yang di lakukan tentara Belanda saat itu, berubahlah nama Sappa menjadi Seppang. Dalam versi lain, kata Seppang juga diambil dari kata "Seppa" yang diartikan sebagai tempat bersatu. Hal tersebut, memiliki makna jika wilayah Seppang akan menjadi tempat bersatunya berbagai suku dan budaya. Pemaknaan itu diyakini kuat oleh para tokoh masyarakat karena pada hakikatnya Seppang di prakarsai oleh berbagai suku yakni orang-orang keturunan Bone, Gowa, Kajang dan Jeneponto.

Pada saat terjadi perang dan konflik yang berkepanjangan di tahun 1960-an, Seppang yang saat itu dipimpin oleh seorang anre guru (sebutan pemerintah saat itu) serta didampingi oleh para tentara hijrah meninggalkan wilayah pemukiman ke hutan belantara dan membangun wilayah baru yang kemudian menjadi cikal-bakal wilayah Desa Seppang saat ini. Tidak lama kemudian, mulailah terbentuk daerah-daerah administratif yang diakui pemerintah saat itu. Seppang tergabung dalam sebuah wilayah Desa Dannuang yang di pimpin oleh seorang Kepala Listrik, sementara kekududukan Seppang menjadi sebuah daerah sub-desa (saat ini dusun) yakni Lingkungan Seppang dipimpin oleh Abdullah Dg.Hatta yang juga merupakan keturunan dari anre guru sebelumnya.

Di tahun 1986 terjadi pemekaran wilayah Desa Dannuang menjadi beberapa Desa baru diantaranya Desa Seppang, Desa Bijawang, Desa Padalloang dan Kelurahan Dannuang. Desa Seppang sendiri ikut terpisah dan membentuk empat Dusun administratif yaitu Dusun Batuloe, Dusun Kampung Tengnga, Dusun Tanah Cellae dan Dusun Mattirowalie. Pada saat pembentukan desa persiapan, masyarakat Desa Seppang melakukan pemilihan kepala desa yang akhirnya mengangkat A.Abd Azis sebagai kepala desa pertama.

Pemimpin Desa Seppang

  1. A. Abd Azis (1986-1994)

    A.Abd Azis menjadi kepala desa pertama setelah Seppang terpisah dari wilayah Dannuang. Sistem pemilihan pada saat itu telah dilakukan dalam bentuk pemilihan umum meskipun dalam skema dan aturan yang masih sangat sederhana.

    Kepala Desa Pertama Seppang

    Gambar 1.1 Kepala Desa Pertama Seppang (A.Abd Azis)

    A.Abd Azis memimpin Seppang masih dalam tahap desa persiapan selama 8 tahun. Kontribusi yang diberikan A.Abd Azis selama menjabat adalah perancangan jalan penghubung Kampung Tengnga dan Takkue serta peletakan dasar-dasar pemerintahan di Desa Seppang.

  2. Tamrin (2004-2009)

    Setelah masa jabatan A.Abd Azis berakhir, maka masyarakat Desa Seppang kembali melakukan pemilihan secara langsung yang lebih terstruktur. Hasil yang didaptkan adalah mengangkat Tamrin sebagai kepala desa kedua. Tamrin memimpin Seppang selama satu periode atau 5 tahun.

  3. Drs. Muhammad Bakri (2009-2013)

    Masa jabatan Kepala Desa Tamrin berakhir setelah lima tahun, setelahnya dilakukan kembali pemilihan umum untuk memilih kepala desa yang baru. Pemungutan suara itu akhirnya mengangkat Drs. Muhammad Bakri sebagai kepala desa. Drs. Muhammad Bakri mengakhiri masa jabatannya setelah lima tahun berjalan. Kepala Desa ini dikenal fokus dengan sektor pertanian.

    Kepala Desa Pertama Seppang

    Gambar 1.2 Kepala Desa Ketiga (Drs.Muhammad Bakri)

  4. Tampa Tahir (2013–2019)

    Tampa Tahir terangkat setelah masa jabatan kepala desa Drs. Muhammad Bakri berakhir. Pengangkatan ini dilakukan setelah Tampa memenangkan suara terbanyak dalam pemilihan kepala desa.

    Kepala Desa Keempat Seppang

    Gambar 1.3 Kepala Desa Keempat Seppang (Tampa Tahir)

    Namun, Tampa Tahir hanya bisa menjalani masa jabatan selama tiga tahun karena meninggal dunia. Sehingga ditunjuk beberapa Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Desa di antaranya:

    1. 2016–2017: A.Sirajuddin terpilih menjadi PLT kepala desa yang terpilih melalui musyawarah pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. A. Sirajuddin kemudian digantikan oleh A. Yuniar ditahun yang sama.
    2. 2017–2020: Selanjutnya Samsu menjadi PLT selanjutnya yang disepakati untuk mengambil alih posisi kepala desa. Jabatan sebagai PLT ini dijalani Samsu selama 3 tahun hingga periode pemerintahan Tampa Tahir berakhir.
  5. Samsu (2020-2025)

    Setelah menjalani tugas sebagai PLT Desa Seppang selama tiga tahun, Samsu akhirnya terpilih secara resmi menjadi kepala Desa Seppang sebagai pemenang dalam pemilihan umum.

    Kepala Desa Pertama Seppang

    Gambar 1.4 Kepala Desa Kelima Seppang (Samsu)

    Samsu hingga saat ini masih memimpin Desa Seppang dengan penuh tanggung jawab dan dikenal tegas dalam menjalani jabatannya sebagai seorang pemimpin. Kepemimpinannya berfokus pada pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas serta diimbangi dengan tingkat keimanan yang tinggi di Desa Seppang.